Kamis, 26 April 2012

noun clause

Pengertian Noun Clause

Noun clause adalah klausa yang berfungsi sebagai nomina. Karena fungsinya sebagai nomina, maka noun clause dapat menduduki posisi-posisi berikut:

  1. Subjek kalimat (subject of a sentence)
  2. Objek verba transitif (object of a transitive verb)
  3. Objek preposisi (object of a preposition)
  4. Pelengkap (complement)
  5. Pemberi keterangan tambahan (noun in apposition)
Contoh Noun Clause :


1. Noun Clause sebagai Subjek Kalimat ( subject of a sentence )


  • What you said doesn’t convince me at all.
  • How he becomes so rich makes people curious.
  • What the salesman has said is untrue.
  • That the world is round is a fact. 
2. Noun Clause sebagai Verba Transitif ( Object of a Transitive verb )
  • I know what you mean.
  • I don’t understand what he is talking about.
  • He said that his son would study in America
3. Noun Clause Sebagai Preposisi ( object of a Preposition )
  • Please listen to what your teacher is saying.
  • Budi pays full attention to how the native speaker is pronouncing the English word
  • Be careful of what you’re doing now
4. Noun Clause sebagai Pelengkap ( Completment )
  • The good news is that the culprit has been put into the jail.
  • This is what I want.
  • That is what you need.
5. Noun Clause sebagai Pemberi Keterangan Tambahan ( Noun in Apposition )
  • The idea that people can live without oxygen is unreasonable.
  • The fact that Teguh always comes late doesn’t surprise me.
 

Kamis, 29 Maret 2012

conditional sentence

Conditional Sentence

Conditional Sentences Type 1 

Subject + can/will/may/must + V1 + if + Subject + Simple Present Tense
Example:
* you will get great examination, if you study hard.
* if Amanda invites me, i will come to her party.

Conditional Sentences Type 2

Subject + could/would/might + V1 + if + Subject + Simple Past Tense
Example:
* i would phone her, if i knew her phone number.
Fact : i don't phone her because i don't know her phone number.
* if i were Superman, i would fly to meet her.
Fact : i am not a Superman, so i dont fly to meet her.
Conditional Sentences Type 3

Subject + could/would/might + have + V3 + if + Subject + Past Perfect TenseExample:
* my girlfriend would have come to my house, if  she had not been very busy.
Fact : my girlfriend was very busy, so she did'nt come to my house.
* if had not been very busy, i could have come to your house.
Fact : i was very busy, so i couldn't come to your house.
 

http://adwamm.blogspot.com/2010/04/conditional-sentenses-type-123.html

Kamis, 08 Maret 2012

tugas ekonomi pembangunan

Kemacetan jakarta

kemacetan di kota jakarta sudah tidak heran lagi bagi kita yang tinggal di jakarta, saya akan membahas kemacetan jakarta dan memberi sedikit gagasan untuk menanggulangi kemacetan. saya akan memberi contoh kemacean yang saya alami atau yang saya pernah lihat, kemacetan bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti banyaknya angkutan kota, pengguna kendaraan pribadi yang sering parkir di sembarang tempat/dipinggiran jalan, jalan yang rusak, dan lain-lain. saya akan jelaskan kenapa ankutan kota (angkot) menjadi penyebab terjadinya kemacetan itu karena mereka sering berhenti disembarang tempat dan menaik turunkan dimana saja itu menjadi penghambat bagi kendaraan yang ada di belakangnya, dan tidak itu saja karena akutan kota (angkot)
sering berhenti karena menunggu penumpang agar angkot mereka penuh.
pengguna kendaraan pribadi juga patut disalahkan karena mereka juga sering berhenti di sembarang tempat dan parkir di pinggiran jalan itu juga dapat mengganggu laju lalu lintas dan jalan yang rusak juga dapat membuat kemacetan kenapa, karena banyanya pengendara yang sering tidak memperhatikan jalan itu dapat membuat kecelakaan kecil otomatis itu akan membuat kemacetan juga, waktu itu saya pernah sedang pergi bermain ke rumah X dan saya melihat ada mobil pribadi yang terbalik itu membuat jalan jadi macet untuk beberapa lama itu karena kelalaian pengendara yang tidak memperhatikan jalan yang rusak. dan saya akan bercerita pengalaman saya saat pulang kuliah sering terjadi kemacetan itu di sebabkan banyak pedagang yang bejualan di trotoar dan banyak mobil angkut (truck dan pick up) di pasar induk, kenapa bisa sebut penyebab kemacetan karena mereka berhenti dan berjualan di tempat yang tidak semestinya mereka gunakan, seharusnya jika ada pedagang yang melalukan penjualan di pinggiran jalan harus dikenakan denda. kenapa saya menyalakan penjual yang ada dipinggiran jalan karena dengan begitu banyak orang yang pejalan kaki dan pengguna motor berhenti dan parkir sembarangan dan itu membuat yang mulanya jalan tertib dan teratur menjadi berantakan seperti jika mobil melaju dijalur kanan dan motor dikiri, saat terjadi berhenti sembarangan otomatis motor akan saling menyerobot kendaraan lain dan dan mencari celah di antara mobil, saat mobil tidak sengaja melecetkan body mobil pasti pengguna mobil akan marah terjadi sedikit konflik antar pengendara itu juga dapat menyebabkan kemacetan yang cukup lama dan membuang-buang waktu.

Gagasan saya untuk menanggulangi kemacetan adalah utuk angkutan kota sebaikanya dinas hubungan (dishub) mengurangi  jumlah  angkot  yang  beroprasi,  karena  menurut saya  penyebab  utama  kemacetan  adalah angkot dan sekalian sedikit mengurangi polusi udara, kan dijakarta sudah di buat transjakarta (busway) mungkin itu tidak adil bagi para supir angkot akan tetapi mereka bisa mencari pekerjaan lain selain itu atau pemerintah memasukan mereka ke Balai Latihan Kerja (BLK). untuk pengendara kendaraan pribadi yang sering parkir atau berhenti di pinggir jalan, sepatut nya agar ditilang agar mereka tidak mengulanginya lagi, karena mental polisi lalu lintas kita lemah mereka dengn mudah di suap, jadi polisi sama saja mengurangi pendapatan negara, dan itu juga dapat merugikan rakyat kecil. dan untuk jalan yang rusak segera diperbaiki karena itu dapat merugikan banyak orang dan di troar jika perlu di beri pembatas/pagar agar para pejalan kaki tidak menyebrang di sembarang tempat, dan mereka harus menyebrang di tempat yang sudah ditetapkan atau di jembatan. pemerintah seharusnya membuat sekolah kedispinan untuk rakyat agar mereka belajar kedisplinan dan tidak melanggar peraturan yang dibuat, jalan yang rusak di perbaiki agar itu membuat nyaman pengendara. dan menurut saya tugas polisi lalu lintas jangan di lampu merah saja lebih baik mereka juga beroprasi untuk menertibkan pengendara yang kurang baik di jalan. untuk pedagang yang berjualan di pinggiran jalan perlu ditertibkan karena percuma meraka sudah ada tempat untuk berjualan malah berjualan di bukan tempatnya, itu yang sering membuat pengendara berhenti di sembarang tempat dan menghambat lalu lintas. dan saya lebih setuju jika dipinggiran jalan dibuat tempat jualan lebih baik di tanami pohon selain mencegah polusi dan global warming pandangan para pengendara lebih fresh/segar dan sejuk. dan perbanyak saja jumlah busway agar para supir angkutan yg berhenti dapat pekerjaan pengganti, jika perlu angkutan kota di tiadakan saja, seperti negara-negara maju lainnya. indonesia seharusnya membuat kereta bawah tanah aga tidak begitu padat di jalan raya, dan perluasan jalan juga penting agar seimbang jumlah jumlah kendaraan dan luas jalan. jika perlu setiap bulannya diadakan hari bersepeda sedunia kendaraan dilarang beroprasi, selain badan sehat mengurangi polusi dan global warming. naikan harga tarif parkir, jika harga parkir hanya seribu mereka tidak akan merasa kehilangan sepeser uang, coba jika sekali parkir/perjam 20.000 kemungkinan mereka yang menggunakan kendaraan pribadi akan berpikir 2x untuk parkir, daripada buat parkir pasti lebih baik untuk membeli BBM atau vocer pulsa. mebuat jalur kereta listrik untuk luar daerah jakarta dan untuk trasportasi umum dalam jakarta bisa menggunakan busway. jadi jalan terbaik menurut saya hanya mengurangi angkot , kendaraan pribadi dan menertibkan pedagang pinggiriran jalan, memperbaiki jalan yang rusak dan membuat kereta api listrik untuk daerah luar jakarta, selain itu juga harus mengadakan hari bersepeda sebulan atau dua bulan sekali, dan polisi juga harus lebih tegas saat menilang pengguna kendaraan yang kurang baik jangan hanya luluh dengan selembar uang Rp50.000 itu sama saja negara kita begitu lemah hukumnya, jadi rakyat banyak yang melanggar hukum. sebenarnya dishub perlu membuat monorel dan membuat jalur bawah tanah kereta express yang nyaman, aman, keren, mereka pasti lebih memilih jasa kereta express selain menghemat waktu dan mereka dapat menghemat biaya. semua itu dapat terlaksana jika ada kesadaran pada diri kita sendiri jadi mulai dari sekarang taatilah rambu-rambu lalu lintas, dan bagi pengguna kendaraan pribadi jangan gengsi menggunakan jasa trasportasi jakarta seperti busway dan kereta api/listrik, jadi para pengguna kendaraan pribadi jangan memikirkan ego masing-masing, lakukan sesuatu yang menguntungkan diri kita dan orang lain.

Adverbial Clause Of Contarst

Adverbial Clause Of Contarst


1. CONCESSIVE
A concessive  adverbial clause of contrast show unexpected results.
A comma is NOT USED when the main clause comes first.

Conjunctions: although, even though, despite the fact that
Example : 
* Although spike is only a puppy, he understands verbal istruction.
* Despite the fact that spike is a dog, he can climb bamboo trees.
* Spike climbs skillfully although he is not a cat.

2. ADVERSATIVE
An adversative adverbial clause of contrast show direct opposition.
A comma USED although the main clause comes first.

Conjunctions: while, whereas 
Examples:
* Slyvester eats fish, whereas Guguk prefers  dog biscuits.
* During the night, while Guguk sleeps, meong usually goes out to prowl.
* Slyvester loves climbing trees, while Guguk loves swimming.

Rabu, 04 Januari 2012

Resensi novel

RESENSI NOVEL

Judul Novel   : Saraswati Si Gadis Dalam Sunyi
Penulis       : AA. Navis
Penerbit       : PT Gramedia Pustaka Utama, 2002
Tebal         : 136 halaman

     Novel yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama ini merupakan salah satu novel yang menarik untuk dicermati. Novel ini sebenarnya lebih merujuk kepada kisah seorang gadis bisu tuli yang berjuang hidup sendiri  di tengah-tengah adanya sebuah pemberontakan .
Cerita tentang Saraswati banyak diangkat oleh penulis yang bernama Ali Akbar Navis lahir di Padang Panjang, 17 November 1924 .
Saras sendiri adalah tokoh yang dikenal dalam ruang lingkup yang berkaitan dengan penderitaan. Kebanyakan yang diceritakan dalam filosofi Saras adalah tentang kehidupan nyata dan bagaimana kita menyikapi kehidupan ini dengan baik. Kisah-kisah Saras juga banyak memberi kita pelajaran tentang bagaimana arti kehidupan orang-orang cacat di tengah orang yang tidak cacat .
Dalam novel ini, si penulis, AA. Navis tidak bermaksud membicarakan Saraswati, tetapi hanya memakai ‘kisah-kisah Saraswati’ untuk mengangkat hikmat orang ke tingkat yang lebih tinggi ke pencerahan.
Yang mendorongnya adalah keyakinan betapa baiknya mengelola sumber daya manusia lewat cerita. Akan lebih bagus lagi jika kita bisa mencari makna yang terkandung dari ‘kisah-kisah Saraswati’ dengan cara mempergunakannya dalam kehidupan kita sehari-hari.
Namun, dalam isi novel ini, penulis hanya mengambil sedikit dari ‘kisah-kisah Saraswati’ tersebut tanpa memasukkan hal lain yang bisa menghasilkan makna lebih bermanfaat bagi manusia pada khususnya.
Penulis juga tidak terlalu banyak membicarakan tentang sejarah, siapa, dan bagaimana kehidupan dari Saraswati sendiri. Sebenarnya, apabila kita ingin mengenal karya orang lain, kita juga harus mengenal baik siapa yang membuat karya tersebut.
Novel ini menyajikan kisah yang tersebar di 14 bab. Tebal seluruhnya 136 halaman, termasuk pendahuluan. Novel inimasih menggunakan bahasa Indonesia uang baku dan kental dengan istilah-istilah bahasa Padang, dimana yang merupakan tempat lahir si prnulis .
Sekedar mendapatkan tentang kesan umum akan daya tarik novel ini, simak saja judul-judul novel karya AA. Navis, antara lain; 1. Robohnya Surau Kami (1956); 2. Kemarau (1964); 3. Kembali dari Alam Barzakh (1967); 4. Padang Kota Tercinta (1969); 5. Di Sepanjang Pantai Purus (1971); 6. Gerhana (1975); 7. Di Lintasan Mendung (1983); 8. Bertanya Kerbau Pada Pedati (2002);
Konon tidak jarang pula pelaku Saraswati harus bergulat belasan tahun dengan segala derita dan kekalutan batin untuk memecahkan satu masalah. Makanya, pengalaman rohani mereka tidak terelakkan.
Dalam novel ini pula si penulis menginginkan kita sebagai pembaca agar bisa tegar dalam mengahadapi segala macam masalah yang tengah dihadapi . Tidak perlu merasa rendah diri atas kekurangan yang kita mikili, melainkan kita harus menonjolkan kelebihan kita yang tidak dimiliki oleh orang lain .
     Latar yang disisipkan dalam cerita ini terdapat kota Jakartasebagai tempat tinggal Saras bersama keluarganya dahulu sebelum semua anggota keluarganya meninggal akibat pemberontakan di Bandung .
     Kemudian terdapat kota Padang, tempat dimana saras hijrah ketempat sanak sudaranya dan memulai kehidupan yang baru disana .
     Hingga akhirnya saras menikah dengan salah satu sanak saudaranya yang bernama Busra, Busra adalah seorang anak dari kakak mendiang ayahnya . Dari melewati aral terjal kehidupan yang pahit Saras pun dapat hidup bahagia dengan Busra dan hijrah ke Solo .



 sumber : resensi novel
http://chabeloved.blogspot.com/2011/04/saraswati-si-gadis-dalam-sunyi.html

Selasa, 03 Januari 2012

BENCANA GUNUNG MERAPI


bencana gunung merapi adalah salah satu fenomena alam yang seringterjadi di dunia, dan di masyarakat itu sudah tidak asing lagi. dan banyak juga bencana alam karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab dan juga musibah terjadi untuk menegur mereka dari sang pencipta. menurut saya bencana alam yang paling mengerikan itu adalah meletusnya gunung merapi karena jika gunung meletus akan mengakibatkan gempa yang dapat manghancurkan bangunan disekitarnya dan keluarnya lava pijar yang sangat panas. biasanya mereka yang tinggal dekat gunung merapi biasanya bekerja sebagai petani dan peternak, memang bagus bertani di dekat gunung karena tanahnya lebih gembur dan subur dan banyak rumput yang dapat dijadikan makanan ternak. tetapi sekali terjadi gempa dan letusan gunung merapi itu sangat bahaya karena dapat menimbulkan banyak  korban jiwa. akibat yang ditimbulakan adalah kehilangan tempat tinggal, harta benda dan sanak saudara meraka itu membuat luka yang mendalam untuk mereka yg terkena bencana seperti itu.

untuk menyikapi hal tersebut saya pasti ikut bersedih karena secara tidak langsung mereka adalah saudara jauh kita, dan saya berharap itu tidak akan terjadi kepada mereka lagi, karena saya sangat kasihan mereka kehilangan apa yang mereka miliki.



yang dapat kita lakukan hanya berdoa pada yang kuasa agar di jauhkan dari mala bahaya dan bencana dan kita harus sadar diri karena bencan terjadi akibat ulah manusia juga. jadi ingatlah jangan pernah bermain dengan alam karena alam bisa marah kepada kita

Minggu, 20 November 2011

manusia dan penderitaan

manusia dan penderitaan 

 Penderitaan dan kata derita. Kata derita berasal dari kata bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau bathin, atau lahir bathin. Yang termasuk penderitaan itu ialah keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan, dan lain – lain.
http://sobatbaru.blogspot.com/2008/05/pengertian-penderitaan.html

Dahsyat Dampak Letusan Gunung Merapi

SEMAKIN hari kita semakin bisa ikut merasakan beratnya penderitaan yang harus dihadapi masyarakat akibat letusan Gunung Merapi. Bagi mereka yang meninggal dunia, cobaan itu memang sudah berakhir. Namun bagi mereka yang terluka karena sengatan awan panas ataupun  mereka yang harus mengungsi dari wilayah bahaya bencana, penderitaan itu harus terus dihadapi.

Sepuluh hari lewat sudah sejak pertama kali Gunung Merapi meletus. Kini jumlah warga yang harus mengungsi dari rumahnya sudah hampir mencapai 200.000 jiwa. Mereka untuk sementara harus tinggal di tempat yang sangat terbatas fasilitasnya.

Angka 200.000 jiwa jelas bukan angka yang kecil. Kalau saja setiap orang sekali makan membutuhkan 50 gram beras, maka satu hari dibutuhkan sekitar 30 ton beras untuk makannya para pengungsi. Belum kita bicara soal lauk pauknya.

Selain pangan, para pengungsi membutuhkan pakaian untuk berganti. Mereka butuh selimut ketika malam menjelang agar tidak kedinginan. Mereka membutuhkan juga kamar mandi untuk membersihkan diri.

Ini semua menuntut penanganan yang tidak ringan. Bahkan tidak salah apabila kita katakan membutuhkan kerja besar. Membutuhkan sebuah organisasi yang profesional, karena yang harus ditangani adalah manusia yang hidup.

Kita tidak bisa tahu akan berapa lama musibah ini akan berlangsung. Ketika kita berada dalam sebuah penderitaan yang sangat berat, sepuluh hari rasanya sudah begitu lama. Energi yang harus tersita untuk penanganan bencana ini sungguh luar biasa besarnya.

Tantangan yang harus dihadapi tidak hanya sekadar letusan lanjutan yang masih akan terjadi. Debu vulkanik yang dilepaskan dari perut Gunung Merapi sepertinya juga tidak berhenti. Belum lagi lahar panas yang terus dikeluarkan dan itu membentuk sedimentasi yang sangat besar volumenya.

Ancaman lebih lanjut yang harus diantisipasi adalah ketika hujan kelak datang. Sedimentasi yang tertimbun di atas gunung akan terbawa turun ke bawah dan ini akan menjadi kekuatan yang juga bisa mengancam jiwa masyarakat banyak.

Letusan Gunung Merapi yang terus terjadi tidak hanya mengancam kehidupan mereka yang tinggal di sekitar kaki gunung. Dampak dari bencana mulai dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas. Kegiatan ekonomi di Yogyakarta misalnya, menurun tajam akibat kondisi alam yang sangat tidak bersahabat.

Sekarang ini orang pasti akan menghindar untuk datang ke kota-kota di sekitar Gunung Merapi. Kalau tidak ada hal yang terlalu penting, pasti orang akan menunda kunjungannya ke kota-kota itu. Akibatnya, hotel-hotel untuk sementara waktu pasti akan sepi oleh tamu. Para pedagang makanan otomatis akan juga tidak banyak kedatangan pelanggannya. Demikian pula para pedagang cindera mata untuk sementara sepi pengunjung.

Debu vulkanik yang dilepaskan ke udara, dilaporkan sudah menyebar jauh keluar Yogyakarta. Bahkan dilaporkan debu terbawa angin sampai jauh ke Bogor. Ini tentunya bisa mengancam keselamatan penerbangan, karena debu-debu itu bisa merusak mesin pesawat terbang.

Pengalaman ketika Gunung Galunggung melepaskan debu vulkanik yang begitu besar, sempat membuat pesawat British Airways mendarat darurat di Jakarta karena kerusakan mesin akibat kemasukan abu Gunung Galunggung. Karena itu ketika terjadi letusan Gunung Merapi di Eslandia, seluruh penerbangan dari dan menuju Eropa dihentikan untuk beberapa lama.

Hari Sabtu ini kita mendengar kabar bahwa penerbangan dari Singapura dan Hongkong menuju Jakarta untuk sementara dihentikan. Maskapai penerbangan seperti Singapore Airlines dan Cathay Pacific tidak mau mengambil risiko akan terjadinya bahaya yang fatal.

Semua persoalan ini sengaja kita angkat untuk mengajak kita tidak menganggap enteng persoalan yang sedang dihadapi. Letusan Gunung Merapi dan juga bencana tsunami di Kepulauan Mentawai merupakan musibah yang harus dihadapi dengan penuh keseriusan dan sungguh-sungguh ditangani.

Kita masih tidak habis mengerti apabila pemerintah masih menganggap bencana Gunung Merapi sebagai bencana daerah. Ketika dampaknya sudah jauh ke mana-mana, pemerintah masih menganggap bencana ini sebagai bencana berskala lokal.

Semoga penetapan Ketua Badan Penanggulangan Bencana Nasional Syamsul Maarif sebagai koordinator penanganan bencana membuat kualitas penanganannya menjadi kualitas nasional. Kaca mata yang harus dipergunakan jangan hanya kaca mata yang miopik, sekadar melihat mereka yang terkena dampak langsung letusan, tetapi juga mereka yang kini mulai merasakan dampak tidak langsung dari letusan Gunung Merapi itu.
 http://metrotvnews.com/read/tajuk/2010/11/06/571/Dahsyat-Dampak-Letusan-Gunung-Merapi/tajuk

*Sikap untuk menyikapi bencana
Menyikapi beragam bencana dan musibah yang menimpa negeri ini, hendaknya segenap elemen bangsa ini mampu berpikir jernih, dengan mendudukkan persoalan pada porsinya secara proporsional. Sikap saling menyalahkan tidak akan pernah menyelesaikan masalah, justru akan memperkeruh suasana. Kesadaran akan tanggung jawab bersama dalam menghadapi bencana serta musibah menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar.

Oleh karena itu, bencana dan musibah yang menimpa bangsa ini harus disikapi dengan arif. Dua tinjauan dalam menyikapi bencana yang penulis paparkan, yakni tinjauan teologis dan sosiologis yang saling berkait kelindan, mudah-mudahan menggugah kesadaran masyarakat negeri ini untuk introspeksi diri, menyadari kealpaannya, sehingga tidak lagi saling tuding dan menyalahkan satu sama lain. Dengan demikian, maka solusi atas masalah tersebut diharapkan dapat segera terwujud.
http://didijunaedihz.wordpress.com/2008/02/02/arif-menyikapi-bencana/

*Hal yang harus kita lakukan (menurut pendapat penulis)
kita harus banyak-banyak berdoa, sayangilah bumi kita yang sudsh tua ini.
jangan merusak alam lagi, stop ilegal logging, jangan biarkan dampak global warming menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana alam.